Mencari Makan(an) ke Negeri Seberang

Jadi ya, pertengahan Maret kemarin, saya melancong (duh bahasanya kok melancong sih) ke 3 negara yang deket-deket. Macau, Hongkong, dan China (Shenzen). Main ke tempat yang kita belum pernah, ya tentu saja berarti petualangan mencoba makanan-makanan yang unik dan aneh.

Tiba di Macau jam 2 dini hari, saya nemu satu restoran yang masih buka, selain McD tentunya ya. Dan disini saya mendapatkan ini;

Angsa !

Bukan bebek, ini daging Angsa katanya. Dimasak tanpa bumbu yang macam macam sih, cuma bumbu kecap aja keliatannya. Disajikan panas banget dan tulangnya lunak sekali. Dagingnya gurih banget, mungkin karena tulangnya banyak.

Sapinya

Menu kedua yang dipesan, Sapi bumbu apalah ini. Emang sih sapinya nggak aneh, tapi katanya ini spesial menu di restoran itu makanya kita coba pesan. Emang enak banget sih…

Bubur Kepiting

Ini baru bubur enak🙂 Bubur Kepiting! Jadi disajikan dalam mangkok besar yang cukup buat cuci muka. Cukup buat kita bersembilan waktu itu (sementara meja sebelah kita makan ini sendirian!). Buburnya panas banget, makanya si Kepiting nggak terasa anyirnya. Daging Kepitingnya juga kerasa maniiisss banget. Dan ini ga sekedar Kepiting dicemplungin ke Bubur sih. Kayaknya Buburnya dimasak bareng sama Kepiting, soalnya kerasa banget. Ah pokoknya enak deh.

Rice Pizza

Di Hongkong, saya makan ini, ceritanya ini Pizza tapi bahan dasarnya bukan Roti seperti Pizza biasa, tapi Nasi. Rasanya enak, lucu gitu karena ujung-ujung Nasinya kan kering-kering kriuk-kriuk gitu deh. Kalo di Bandung sih emang belum ada, tapi di Jakarta rasanya ada di Gedung Kamone Melawai, deket-deket Sanpachi situ. Boleh dicoba🙂

Okonomiyaki

Di tempat yang sama, saya pesan Beef Okonomiyaki. Rasanya enak tapi ya nggak terlalu aneh sih, kan disini juga udah banyak. Rasanya nggak jauh-jauh kok sama Kedai Ling Ling yang di Cihampelas dan Sultan Agung itu.

Mie Pake Sapi

Saya makan Mie Sapi ini di Macau, di satu sesi makan pagi. Mie nya sih biasa aja, kayaknya malah lebih enak Mie disini. Tapi daging Sapinya seriusan enak, empuk empuk lembut gitu, bikin kepengen lagi aja.

Daaan pasti pernah dengar, salah satu makanan khas Macau itu namanya Egg Taart. Jadi kue itu pinggirannya pastry kering-kering gitu, dan tengahnya seperti Vla. Saya pribadi bukan penggemar kue manis, jadi hanya coba satu potong aja, vla di tengahnya enak. Di jalan-jalan bisa dibeli dengan harga 5MOP atau sekitar 5000 rupiah per buah. Untuk bawa pulang oleh-oleh, Egg taart yang paling enak itu katanya ada di Venetian Mall, namanya Lord’s Stow, harganya 8MOP.

The Egg Taart

Di Hongkong saya nemu ini di pinggir jalan ;

Goreng2an

Macam-macam gorengan bermandikan minyak😀. Ini ada Paprika, Terong Ungu, Tahu dan macem-macem lagi. Belinya harus sekaligus 3 gitu, kalo ga salah kisaran 10 HKD alias ga jauh-jauh dari 10 ribu rupiah. Di Hongkong banyak sih beginian, biasanya jual bareng Susis dan lain-lain. Yang satu ini saya temuin di area Causeway Bay. Pas pindah ke area Mongkok, eh banyak juga di daerah sana. Dan mulai jualannya agak sore gitu, soalnya kan sampe malem.

Nah, kalo nanti ke Hongkong, saya suggest bener untuk mampir ke yang namanya Cafe De Coral. Yang saya liat, ada di area Causeway Bay, dan satu lagi lupa di area apa. Makanannya banyak banget macamnya, dan harganya ga terlalu mahal deh. Makanya selalu penuh. Saya pesan ini, Yakiniku yang dimasak langsung di tempat, jadi keluar dari dapur mereka masih mentah, berwujud seperti ini ;

Yakiniku

Bagusnya, pan untuk masaknya dilapisi  kertas roti gitu. Jadi nggak lengket-lengket nempel dan pasti nanti cucinya gampang pula. Untuk menu full dari Daging Sapi Udang, Cumi, Aneka Jamur dan Sayur2 lain, harganya cuma 54 HKD alias sekitar 54.000 rupiah, sudah lengkap dengan Nasi dan semangkuk Tofu pula. Rasanya? enak banget!

Tempat terakhir yang saya kunjungi adalah Shenzen alias salah satu kota di China yang bisa dicapai dengan MRT dari Hongkong (lewat 13 stations, sekitar 30 menit saja).

Berbekal buta huruf karena daftar menunya pake aksara Cina semua, maka saya berujung pada pesan Ayam Saus Labu gitu deh. Pas dateng, seriusan ga bisa dimakan, hehehe…. Rasanya aneh bin ajaib, kayak asam manis yang gagal😀.

Ayam Saus Labu

Jadi gitu sih, jalannya menyenangkan, makannya juga menyenangkan. Memang agak sulit cari makanan halal di daerah sana, secara McD nya aja juga nggak halal. Kesulitan makan disana adalah nggak ada sambel yang enak, hehe… Kalo nanti pergi lagi mungkin saya mau bawa acar cengek  (rawit)  aja deh.

12 thoughts on “Mencari Makan(an) ke Negeri Seberang

  1. aaahh gorengannya itu yg mantep, aku pas kesana beli itu mulu buat snack. maklum kesana pas winter jd pengen ngunyah mulu…
    ada juga kayak waffel tapi bulet2 gitu, itu juga khas sana biasanya dijual di pinggir jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s