Nyapit Nyapit Riang di @loobielobster

Dari kecil saya doyan banget makan Udang. Lobster? Apalagi. Untuk makan Lobster di ‘kota’, biasanya harganya udah bikin males duluan. Pernah pula makan Lobster di Bali, harganya hampir setara dengan tiket PP dari Bandung ke Bali kalau lagi promo. Atau setidaknya tiket sejalan dari Bandung ke Balinya sendiri. Ogah lagi.

Kemudian beberapa kali ke Pangandaran, akhirnya nemu Lobster juara. Caranya cari ibu-ibu yang bawa-bawa ember, beli beberapa ekor, bawa ke resto minta dimasakin. Bumbunya bebas, sesuai request. Biasanya enak karena Lobsternya kan masih fresh, dibeli dalam keadaan masih hidup.

Tapi jarak dari Bandung ke Pangandaran aja udah 7 jam sendiri berkendara. Jadi mari lupakan alternatif “harus ke Pangandaran kalau mau makan Lobster enak”.

Nah nah, setahun lalu lebih, Ada yang namanya Loobie Lobster buka di Jakarta. Masih 2-3 jam lah dari Bandung, tapi sini kan banyak keperluannya ke Jakarta toh ya. Jadi sekarang bisa sering-sering makan Lobster. Alias tiap ke Jakarta, kita bisa makan Lobster! Kenapa? Karena rasanya endeus bembes alias enak banget dengan harga yang ga bikin kantong menjerit jerit.

Lobster di Loobie ada beberapa macam, yang satu ini namanya Maine Lobster. Katanya import dari Amerika. Ukurannya ngajak seneng, gede banget sampe Biyan, anak saya teriak “saking besar sampe keluar dari piringnya!”

Image

Maine Lobster

Kalau kata food blogger sih, : MENGGUGAH SELERA!

IMG_0673

Oya, dalam tiap pesenan menu di Loobie, akan selalu ada Nasi Putih dan Calamari (saya biasanya ga doyan Calamari, tapi di Loobie saya suka makan karena crunchy dan enyaks). Pilihan sambalnya ada 2 : Garlic atau Sambal Matah. Saya selalu bimbang pilih yang mana karena dua duanya enak, maka saya selalu minta dua duanya. Boleh? Yaboledong. Porsi Nasi di Loobie Lobster emang kecil, tapi justru memberikan kesempatan untuk menikmati Lobsternya! Kalo Nasi kurang mah gampang, pesen lagi aja.

Selain Maine Lobster, ada juga Lobster lokal, yang rasanya ga kalah enak. Ada yang ukuran standar, ada juga yang SETENGAH KILO aja.

Image

Buat yang suka rasa asin, boleh pilih yang Maine, karena rasanya emang cenderung asin. Buat yang suka rasa yang lebih manis, Lobster lokal ini yang harus dipilih. Saya pribadi suka yang lokal karena lebih gurih. Lain kali kalau kesana, pengen coba juga yang Big Shrimp ah. Kan ada yang lebih suka Udang daripada Lobster.

Loobie Lobster ini emang kakak beradik sih sama Holycow. Satu kesamaan mereka yang saya suka banget adalah karena makanannya ga pernah terlalu banyak bumbu ini itu. Jadi Steak di Holycow ga kebanyakan bumbu ini itu trus dibakar, beneran gurih dan enaknya dari dagingnya sendiri yang juicy. Di Loobie Lobster juga sama, ga usahlah si Udang Udang dan Lobster ini dikasi bumbu macem macem, udah enak aja dari sananya.

Nah, yang mau ke Loobie, selain ke tempat pertama di Jl. Gunawarman, ada juga sekarang cabang kedua di Panglima Polim V. Yang di Pangpol tentu lebih luas dan besar tempatnya, jauh lebih nyaman, lebih asik kalo mau ngajak-ngajak orang.

Psst! sini dikasi tau rahasia, Loobie Lobster di Pangpol tempatnya sebelahan sama Holygyu! Apalagi nih Holygyu? Tenang, nanti diapdet di SurgaMakan yah. Ngintip Loobie di Pangpol yuk?

Image

Jadi kita ketemuannya di Loobie Lobster yang mana nih ?🙂

Oya dua dari 4 foto diatas kirimannya @Lucywiryono karena waktu makan saya lupa foto keburu laper😀.

4 thoughts on “Nyapit Nyapit Riang di @loobielobster

  1. Mau ke sini selalu jadi wacana. Ada aja penghalangnya😦

    Sebagai penikmat lobster, yang hampir setiap bulan makan lobster waktu masih tinggal di Riau, kudu nyobain lobster ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s