Bagai Lidah Dipinang Pindang Ikan di Palembang

Sebelum ke Palembang yang terakhir kemarin itu, yang cerita soal makanannya bisa dibaca di sini dan cerita sarapannya di sini, plus cerita jalan-jalan yang ada di sini, saya bukan penyuka ikan basah. Kalau saya makan ikan, sudah pasti ikan bakar atau goreng. Saya tak pernah tertarik makan ikan basah, terutama yang pake kuah.

Tapi di Palembang kemarin,

saya akhirnya mencoba yang namanya Pindang Ikan. Pindang Ikan apa Ikan Pindang sih sebenernya? Oh kata Mbak Suzan yang asli Palembang disebutnya Pindang Ikan. #okesip

Jadi dulu kalau ke Palembang saya cuma makan Pindang Tulang aja alias kuah pindang dengan Iga Sapi. Ikannya tentu saya skip, maklum kan ga suka Ikan Basah.

Tapi di perjalanan kemarin saya akhirnya mencoba yang namanya Ikan Pindang, berbagai Ikan pula yang saya coba, dari Patin, sampai Gabus. Ayolah kita intip satu-satu yuk.

Pertama kali tiba di Palembang, kami langsung diajak ke yang namanya Musi Dari, sebuah restoran yang menyajikan aneka Pindang (dan tentu saja Pempek).

IMG_7274

Ini Pindang Patin

IMG_7279

Yang ini Pindang Gabus

Restoran Musi Dari ini nggak cuma menyajikan Pindang Ikan aja tapi juga Pindang Udang, yang Udangnya off side sampe keluar-luar mangkok saking besarnya.

IMG_7283.JPG

Selain Udang dibakar, kayaknya varian Udang dibuat Pindang ini adalah makanan favorit saya yang baru. Selain daging Udangnya yang duh duh duh sedap. potongan Tomat dan Rawitnya sungguh bikin selera makan.

Di restoran Musi Dari ini juga saya pertama kali mencoba yang namanya Brengkes alias Ikan Patin yang dimasak bareng Durian dan Sambal!

IMG_7272

Padahal saya bahkan bukan penggemar Durian. Dan membayangkan Durian dibuat pedas kemudian dimasak bareng Ikan Patin sungguh di luar benak saya. Tapi Mbak Ira, blogger yang juga aktif di Akber Palembang bilang ini enak banget saya sampe pengen coba. Dan ternyata enak lho! Apalagi makannya pake Nasi panas. Saya sih nggak bisa makan banyak-banyak, dikit aja udah tajam betul rasanya.

Rumah Pindang Musi Dari : Jl. Kapten A. Anwar Arsyad No.999, Ilir Bar. I, Palembang
Kali kedua saya bertemu dengan Pindang Ikan dan kawan-kawan adalah di restoran terapung Mbok War di tepian Sungai Musi. Makan di dalam sebuah kapal dengan efek tergoyang-goyang air memang merupakan keseruan tersendiri. Ketambahan lagi bisa ngintip megahnya Jembatan Ampera dari jembatan kapalnya.
Di Mbok War kami kembali disuguhi Pindang Patin yang sama enaknya. Dan juga Pindang Tulang yang sungguh seru dimakan pake tangan nggak pake jaim : )))
IMG_7472
 Di Mbok War ini, nampak pula sebuah pemandangan yang tak asing lagi yaitu Lalab dan Sambal!

Iya, di sana Petai-nya dipakein karet gelang! Takut kabur kali.

dan Sambalnya sungguh enak sekali, itu pake Mangga pula jadi asam-asam pedas gitulah. Ditambah suasana kapal yang hiruk pikuk, tambah seru makan siang kami hari itu.

DSC02921.JPG

Foto dari kameranya Firsta

DSC02941.JPG

Yang ini juga masih dari kameranya Firsta. Ada yang tau ini tangan siapa aja?

Setelah selesai makan, ada bapak-bapak duduk di sebelah saya. Eh ternyata dia pesan Ikan Bakar! Wah kalau saja tau ada Ikan Bakar, saya pasti akan ikutan pesan. Bukan apa-apa, penampakan Ikan Bakarnya menggoda sekali! Akhirnya saya numpang foto aja karena mau pesan lagi kok rasanya kenyang sekali.

IMG_7482.JPG

Tuh kan sungguh menggoda. Lain kali ke Mbok War lagi saya harus pesan Ikan Bakar plus Sambalnya!

Restoran Terapung Mbok War – Tepi Sungai Musi

fullsizerender

Restoran Terapung Mbok War – Tepi Sungai Musi

Ke Palembang lagi yuk ah!

12 thoughts on “Bagai Lidah Dipinang Pindang Ikan di Palembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s