Kenapa Rangga Memilih Sate Klathak Pak Bari : Sebuah Kajian Subjektif

Jawabannya mudah saja : karena enak dan tempat makannya artistik. Gimana kurang artistik coba : duduk di pasar yang sudah tutup, agak-agak gelap sambil menunggu Sate Klathak dibakar, sebagai bonus : harum Sate dan Tongsengnya. Duh!

Daerah Imogiri memang ‘sarang’nya yang jualan Sate Klathak, yang terkenal ada beberapa, salah satunya ya Pak Bari ini. Kalau pake teori “pilih tempat makan yang banyak yang belinya”, maka tentu saja kamu juga akan pilih Pak Bari. Berjualan dari jam 7 malam (kadang lewat), sebelum jamnya sudah banyak orang yang mengantri. Termasuk saya, yang pas kedua kali kesana udah duduk manis dari jam 7 kurang

“Masih lama Mbak”

“Gapapa Mas, saya tunggu”

“Tapi ini belum apa-apa lho, satenya aja belum dateng”

“Iya gapapa”

“Beneran nggak apa-apa Mbak? lama lho ini”

“Sumpah gapapa Pak!”

Begitulah kira-kira pembicaraan saya sama masnya, ya masa udah jauh-jauh kesana batal menikmati Sate Klathak kan? Malah jadi seru dateng sebelum siap karena saya bisa nonton si bapak siap-siap memanggang satenya kan

IMG_1458

Sate Klathak ini populer beberapa tahun terakhir, mulai menggeser Gudeg yang selama ini jadi makanan paling dicari sama turis tiap ke Jogjakarta. Saya sendiri nggak tau dari mana nama “klathak” ini berasal. Yang pasti satenya ditusuk di jeruji sepeda, untuk memastikan panasnya sampai ke dalam daging kambing muda. Makannya ga pake bumbu kacang atau kecap selayaknya sate yang biasa kita makan. Cukup ditemani potongan rawit dengan garam. Kalau mau kuah-kuah, bisa pesan Tongsengnya juga.

EVAL9995

Satu porsi isi dua tusuk.  Cukupkah satu porsi untuk makan sendiri? Saya sih enggak. Tiap kesana selalu pesan 2 porsi untuk saya sendiri, juga Tongsengnya yang sama enaknya itu :

IMG_1465

Soal harga saya lupa persisnya. Karena kali pertama kesana makannya dibayarin, kali kedua pesennya banyak banget karena laper. Tapi namanya Jogjakarta, harga makanannya selalu bersahabat kan. Kalau nggak salah, 6 porsi Sate Klathak plus 2 Tongseng itu cuma 150ribuan, makannya bertiga dan udah pake Teh Manis segala macem.

Jadi lain kali ke Jogja, pastikan mampir ke daerah Imogiri dan coba makan Sate Klathak ya. Kalau perlu pergi kesananya ajak mantan pacar. Biar ga kalah sama Rangga & Cinta.

DSCN2389

Jadi, mau ajak siapa ke Sate Klathak Pak Bari?🙂

4 thoughts on “Kenapa Rangga Memilih Sate Klathak Pak Bari : Sebuah Kajian Subjektif

    • Ya haruus, kalau bisa duduk di kursi tempat Rangga dan Cinta duduk yaaaa. Terakhir pas kesana, aku pas duduk di situ 😄😄

      • Bener! Direserve dulu ah hahahaha, nanti aku minta guidenya dateng duluan, dan duduk di sana.
        Terus nanti lama lama masnya bosen nanya nanya kayak ini :
        “Masih lama lho”
        “Gapapa Mas, saya tunggu”
        “Tapi ini belum apa-apa lho, satenya aja belum dateng”
        “Iya gapapa”
        “Beneran nggak apa-apa? lama lho ini”
        “Sumpah gapapa !”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s