11 Makanan Halal di Manado yang ENAK BANGET

Setiap berkunjung ke kota atau ke tempat baru untuk pertama kalinya, saya selalu excited mencoba makanan yang ada di sana. Demikian pun ketika saya berkunjung ke Manado beberapa waktu lalu.

Sebelum pergi, yang ada di kepala saya adalah ; mau makan Dabu-dabu dengan Ikan Bakar dan mau makan Tinutuan alias Bubur Manado di tempat aslinya. Ga banyak ya cita-citanya. Hanya itu dua dan untungnya dua-duanya terpenuhi dengan sakseus.

Tapi Manado ternyata bukan hanya soal Tinutuan dan Dabu-dabu saja. Berikut beberapa makanan yang menurut saya layak coba kalau kamu berkunjung ke ibukota Sulawesi Utara ini.

  1. Tinutuan 

Tinutuan atau Bubur Manado di tempat aslinya ternyata nggak cuma pakai bubur saja. Ada pilihan mengganti bubur dengan mie, namanya jadi Midal. Coba dibayangkan, rasanya Bubur Manado tapi dimakan dengan Mie. Sebagai penggemar Mie, Midal langsung jadi alternatif Tinutuan yang semakin sedap dimakan dengan sambal. Semakin pedas, semakin enak. Dengan kadar pedas yang bisa ditolerir lidah dan perut tentunya ya.

Di Manado, hampir di semua tempat kamu akan menemukan menu Tinutuan. Di tempat ngopi, di buffet breakfast di hotel, beneran, di mana saja. Rata-rata harganya 15.000an. Ada yang lebih mahal ada yang lebih murah, ya tergantung tempatnya aja.

Tinutuan yang paling enak kami (saya dan @gemarngopi) temui di Warung Kopi K-8 alias K Lapan yang berlokasi di area Sario, tepatnya Jl. A Yani No 8, Manado.

DSC01622

Tinutuan atau Midal alias Bubur Manado pakai Mie 

2. Dabu-dabu 

Penyebutan Dabu-dabu ini rupanya banyak yang salah kaprah. Yang saya maksud saat menyebut Dabu-dabu adalah sambal khas Manado yang isinya Tomat dan Rawit itu. Ternyata, Dabu-dabu di Manado artinya ya sambal, sambal apapun disebutnya ya Dabu-dabu. Di sebuah restoran saya minta Dabu-dabu lalu keluarlah sambal lain. Sempat bingung kemudian diberi pencerahan di Twitter oleh @timmymalachi bahwa Dabu-dabu ya artinya Sambal. Baiklah. Lesson learned.

Dabu-dabu yang isinya Tomat dan Rawit itu rupanya namanya Dabu-dabu Lilang. Coba diingat-ingat siapa tau besok tiba-tiba ke Manado. Diajak oleh Iti, seorang kawan di Manado, saya akhirnya menemukan Dabu-dabu Lilang yang paling enak yang pernah saya makan di Restoran Dabu-dabu Lemong (Jl. Boulevard No 2, Manado).

a255931f-0079-42f2-ba71-cfbd5105450a

foto oleh @gemarngopi

Sumpah ini bukan lebay mengingat biasanya makan Dabu-dabu bikin sendiri, ya jelas makan di Manado jadinya lebih enak, toh?

Kalau kamu yang di Bandung pengen coba yang namanya Dabu-dabu dan enggan bikin sendiri, mampirlah ke Kantin Wenang di Jl. Supratman. Nomernya saya lupa, tapi posisinya ada di sebelah kiri kalau dari arah Gedung Sate, dan sudah dekat sekali dengan lampu merah Jalan A Yani. Selama mencoba Dabu-dabu di Bandung, buatan Tante Kantin Wenang itulah yang paling enak.

3. Kue Cucur 

Kalaupun bukan di Manado, Kue Cucur memang favorit saya sepanjang masa. Tapi namanya lagi jalan-jalan, Kue Cucur di Manado terasa jauh lebih enak.

Yang pertama saya temui di Warung Kopi Tikala Jl. Sudirman 2, Komo Luar, Manado) yang adalah warung kopi paling tua di Manado. Sudah mulai membuat kopi sejak tahun 1939. Kopinya juga istimewa, baik yang hitam maupun kopi susunya, semua enak. Lebih enak lagi sambil melihat cara mereka membuat kopinya. Tambah enak lagi dengan sambutan ramah pengunjung dan pemilik Warung Kopi Tikala kepada kami saat kami sibuk memotret kopi di sana.

DSC01152.JPG

Sebuah catatan penting yang perlu kamu ingat, kalau jajan Kue Cucur di Tikala, mintalah dipanaskan dulu. Selain lebih enak makan anget-anget, Kue Cucur yang dipanaskan di atas bara membuat kadar minyaknya berkurang jauh plus (ini yang paling penting) membuat pinggirannya semakin kering kriuk-kriuk bikin nagih.

Snapseed

Kali lain saya menemukan Kue Cucur di Pasar Beriman Kota Tomohon yang berjarak sekitar 40 menitan dari Manado. Di pasar yang ramai ini, ada banyak sekali tante-tante menggoreng Cucur. Udah pede aja mau beli banyak ternyata Cucur yang sedang digoreng sudah habis dipesan. Semuanya! Rupanya banyak yang pesan untuk Paskahan. Saya sudah pasrah hanya bisa memotret Kue Cucur yang sedang digoreng ketika tau-tau disodorin Cucur panas. Oh rupanya ada yang kasihan karena kami nggak kebagian Cucur : )))

facd7feb-f76d-4df8-bf3e-386c3c3f3f1d

memotret kue cucur bagai tak ada hari esok

4. Gohu

Sebagai orang Bandung, dengar kata “gohu” langsung kepikiran Tahu Goreng Isi. Padahal itu kan “gehu” ya. Di Manado, Gohu artinya asinan pepaya muda, kan jauh ya sama tahu goreng. Sama seperti Tinutuan, Gohu ini juga mudah dicari. Bisa di tempat makan, bisa juga di minimarket macam Indomaret (yang di luar dugaan, rasanya cukup enak!)

Salah satu Gohu yang terkenal kabarnya ada di Es Tji Mei yang ada di daerah Miangas. Maka di hari terakhir saya di Manado, Es Tji Mei ini sudah bertengger di daftar tempat makan yang perlu didatangi. Eh ternyata ada cabangnya persis dekat Warung Kopi Tikala, hanya berjarak 2-3 rumah saja. Sungguh hemat waktu, abis ngopi (dan makan Cucur) di Tikala kemudian ngesot pesan Gohu di Es Tji Mei.

LRG_DSC01632

Gohu

Harganya 8000 rupiah aja buat semangkuk es asinan pepaya yang sangat enak!

5. Tuna Bakar

Kalau boleh jujur, saya bukan penggemar masakan ikan kecuali Gurame Bakar dan Gurame Goreng. Tapi kabarnya, Tuna Bakar di Tuna House yang ada di Kawasan Mega Mas Manado ini enak sekali makanya perlu dicoba.

IMG_5083

Tak menyesal, sampai 2 kali kami makan di Tuna House dan memesan menu yang sama. Fillet Tuna dibakar tipis (maksudnya tak sampai gosong), disajikan dengan tumisan Kangkung (wahai Kangkung di Manado mengapa kau lebih enak daripada Kangkung di tempat lain?) dan Ubi (di Manado, Singkong disebut Ubi) dan Sambal yang enakkkk sekali. Kalau lebih suka makan dengan Nasi, bisa juga Ubinya diganti nasi. Paket Tuna, Kangkung, Ubi (atau nasi) dan Sambal ini hanya 35 ribu saja. Bonusnya makan menghadap laut. Aduh sedapnya.

6. Sashimi Tuna 

Masih di Tuna House, saya juga menemukan Sashimi Tuna yang super fresh. Disajikan dengan Saus dan nasi putih, harganya 50ribu saja. Sashimi-nya datang dalam porsi yang sangat murah hati alias banyak! Wuahhh, membayangkan harga Sashimi di Bandung rasanya ingin bolak-balik pesan Sashimi di Tuna House jadinya 🙂

Attachment-1

sashimi, fresh!

7. Cumi Bakar

Selain Dabu-dabu Lilang yang sudah saya ceritakan di atas, pesanlah juga Cumi Bakar kalau kamu mampir ke Dabu-dabu Lemong satu kali nanti. 1 kg Cumi-cumi (cukup besar, bisa makan untuk 5-6 orang kalau pesan ikan lain) harganya hanya 100ribu aja. Dibakar sampai kering dan harum sekali.

LRG_DSC01518

Di Dabu-dabu Lemong juga banyak sekali jenis ikan segarnya, harganya antara 30-70 ribu per ekor, bisa pilih langsung pas kita datang. Saya kurang ahli mengenali jenis ikan, yang jelas dua ikan bakar yang saya pesan dua-duanya banget 🙂

LRG_DSC01512

 

8. Nasi Kuning 

Selama di Manado, saya mencoba 4 merk Nasi Kuning yang berbeda. Dari yang termasyur (alah termasyur) sampai yang tidak bermerk.

Nasi Kuning yang pertama saya coba adalah Nasi Kuning Saroja yang terkenal itu. Letaknya di Jl. Diponegoro No 9.

DSC01097.JPG

Pagi-pagi Nasi Kuning Saroja ini sudah cukup ramai.

DSC01096.JPG

Begitu dateng, pesan 4 porsi Nasi Kuning. Melihat kami sibuk memotret Nasi Kuningnya, bapak penjual menawarkan untuk membungkus Nasi Kuningnya dengan daun woka, semacam janur yang biasa dipakai untuk membungkus Nasi Kuning di Manado.

DSC01105.JPG

Wah ini baru seru, makan Nasi Kuning khas dengan gaya Manado 🙂

DSC01118.JPG

Nasi Kuning yang kedua saya coba adalah Nasi Kuning Selamat Pagi.

DSC01522.JPG

Tak sempat mampir ke tempatnya langsung, saya memesan Nasi Kuning yang juga terkenal ini via aplikasi ojek online. Sejak jam 5 pagi udah bisa dipesan lho. Harganya 27ribu sudah lengkap dengan Telur rebus. Rasanya nggak beda jauh dengan Nasi Kuning Saroja, hanya sambalnya lebih pedas. Nasi Kuning lainnya yang saya pesan via aplikasi ojek online adalah Nasi Kuning Pondok Indah, enak juga.

Di luar dugaan, Nasi Kuning paling enak (menurut saya) yang saya coba di Manado adalah nasi kuning tak bernama yang saya temui di rak makanannya Warung Kopi K8.

DSC01601.JPG

Dibungkusnya cuma pake kertas cokelat aja, harganya hanya 8ribu tapi eeeeeeehhhh enakkk sekali. Pesan moralnya, kalau lagi jalan-jalan jangan ragu mencoba makanan yang underrated, yang nggak banyak diomongin orang, kalau ternyata enak juga, kan senang 🙂

9. Biapong 

Sungguh saya baru pertama kali dengar makanan bernama Biapong. Pas pertama kali nemu di Warung Kopi Tikala, saya kira ini Bapau. Ternyata adonannya tak selembut Bapau, lebih menyerupai roti. Isinya Kelapa berbumbu Gula Merah. Teman yang sangat pas buat ngopi. Lalu katanya ada lagi Biapong isi daging, sayang saya tak keburu mencobanya. Biapong lain saya temui di Warung Kopi K8, sama-sama enak, sama-sama minta dibungkus bawa pulang.

59125b65-68ca-4ece-b56f-8ade79430ebc

difotoin @gemarngopi

10. Goroho

Pisang Goroho adalah jenis pisang yang kabarnya hanya tumbuh di Sulawesi Utara. Biasanya diiris tipis kemudian digoreng untuk disajikan dengan Sambal Roa. Tapi ditunggu sampai matang lalu dibikin Pisang Goreng seperti yang biasa kita temui di tempat lain juga katanya enak.

(disclaimer : kalau soal Pisang, tulisan saya pasti banyak “katanya” “kabarnya”. Soalnya saya alergi pisang, haha, jadi maafkan ga bisa kasi review atau opini pribadi)

Goroho dengan Sambal Roa juga bisa ditemui di mana-mana. Yang satu ini di Tuna House. 

DSC01379

 

11. Kue Apang

Penyebutan Apang memang mirip-mirip dengan Apem atau Apam. Ya nggak beda jauh juga sih, kue ini sama-sama dipanggang di api kecil dan kelihatannya adonannya mirip-mirip juga, hanya terasa sekali aroma kayu manis atau cinnamon-nya, juga pakai sedikit kacang kenari.

Kue Apang yang saya makan hangat-hangat ini saya temui di Pasar Beriman Kota Tomohon, tempat jualannya dekat-dekat tempat Kue Cucur. Dipanggang di cetakan bulat seperti untuk poffertjes dengan ukuran yang lebih besar.

DSC01396Kue Apang

 

Manado memang menyenangkan buat jalan-jalan cari makan. Sekarang sudah ada transportasi online juga yang memudahkan kamu kesana kemari (kecuali kalau mau ke Tomohon ya, agak jauh jadi palingan sewa mobil). Kalau ke Manado lagi, saya rasanya ingin mengulang semua makanan yang saya tulis di atas, belum puas! 🙂

Yang sudah ke Manado dan menemukan makanan lain yang perlu dicoba, silakan di-share di kolom komen ya 🙂

Advertisements

3 thoughts on “11 Makanan Halal di Manado yang ENAK BANGET

  1. Biapong yang terenak di kawangkoan di kedai kopi gembira itu yg paling terkenal, isinya daging babi atau versi halalnya isi kacang hijau. Kalau kesana jangan lupa pesan kopi susunya juga. Tinutuan yang terkenal di jl Wakeke, disana ada 3 resto yg terkenal tapi aku paling suka yg di resto wakeke pakai perkedel nike enak banget. Ada juga mie cakalang di RM Pelangi yg terkenal enak kalau disana jangan lupa pesen es garo alpukat. Di Miangas juga ada kedai es kacang merah (namanya es kacang miangas) harus dicoba es kacang merahnya legit banget. Mereka juga jual jajanan pasad khas Manado.

    • Oiya jangan lupa makan Ragey (sejenis sate babi) itu endes banget, yg paling terkenal sih di Kawangkoan tapi aku pernah makan di Boulevard. Kalau pisang goroho waktu itu aku coba di cafenya di pinggir danau linow, pisangnya manis sambalnya pedas. Kalau yg Pisangnya tipis2 gitu aku kurang suka pernah makan di pantai malalayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s