1

Mau Buffet Mau Ala Carte, Semua Asik di @centropunto_bdg

Selalu seneng setiap ada resto baru di Bandung. Terutama kalau punya hal baru yang restoran lain nggak punya. Baru-baru ini saya ‘menemukan’ Centropunto yang menyandang nama panjang : Centropunto Indofusion Meeting Resto. Posisinya sangat mudah ditemui, di Jl. Trunojoyo tepatnya No 58. Jadi jejeran lah sama yang namanya Nasi Bancakan atau Sambara tinggal jalan dikit lagi ke arah Total Buah, nah ada di sebelah kiri. Gampang kok carinya.

IMG_4232 Continue reading

2

Late Lunch With a View di Cafe D Pakar

Cafe D Pakar, katanya sih bacanya bukan cafe “the” Pakar tapi Cafe “Di” Pakar. Okelah, boleh aja. Minggu lalu saya mati gaya di Bandung dan pengen liat yag ijo-ijo tanpa harus pergi jauh-jauh. Dago atas memang tak pernah salah.

Cari cafe ini nggak susah (-susah amat). Tinggal cari Tahura alias Taman Hutan Raya aja. Lebih mudah lagi kalau kamu tau yang namanya Tebing Keraton. Jadi ya, dari Tahura lurus lagi, begitu ada persimpangan jalan, ambil ke kanan. Jangan bingung, ada petunjuk arah ke Tebing Keraton yang mayan besar kok disitu. Lalu lurus aja terus sekitar 2,5 km, nanti Cafe D Pakar ini ada adi sebelah kiri, perhatiin aja pas jalan mulai menurun. Dan kalau kesana Sabtu atau Minggu, dijamin banyak mobil berjajar disitu, ga susah kan carinya? Kan. Continue reading

3

Ice Cream TEPPANYAKI

Jaman saya masih kecil dulu, di Bandung ada yang jual Ice Cream Goreng. Dulu sih saya suka banget, walau ternyata Ice Cream nya sih sama sekali ga digoreng (ya leleh juga kali nantinya). Yang namanya Ice Cream Goreng ternyata Ice Cream yang disajikan dalam Roti, nah Rotinya itu yang digoreng. Bebas lah ya terserah yang jualan.

Baru-baru ini mendengar ada yang namanya Ice Cream Teppanyaki. Wah apaan lagi nih, harus dicoba. Continue reading

2

Main Sambil Cari Makan (atau sebaliknya) Di Belitung

Waktu berencana main ke Belitung, saya langsung mikir “wah katanya disana banyak makanan enak”. Kemudian tentu saja saya nanya kanan kiri sambil browsing dikit dikit soal makanan di Belitung. Di itinerary yang saya terima dari penyewaan mobil, pagi itu setibanya di Bandara Tanjung Pandan, saya dijadwalkan makan Nasi Uduk atau Mie Belitung. Jaka, driver kami waktu itu langsung usul, sebaiknya makan Nasi Uduk karena Mie Belitung yang paling terkenal enak di Belitung, Mie Atep belum buka, katanya. Saya dengan senang hati menurut. Sayangnya, Nasi Uduk tujuan kami pagi itu entah kenapa nggak buka, akhirnya Jaka mengantar kami ke tempat makan yang posisinya ada persis di sebrang tugu Batu Satam.

Dari sekian banyak kios, baru Kedai Mak Jana dan Waroeng Kopi Ake yang buka. Rupanya Jaka memang berniat mengajak kami kesitu. Sini intip apa aja sih pesanan kita. Continue reading

1

Cut The Crab

Kemarin memang bukan kali pertama makan di Cut The Crab, tapi cerita makan yang pertama dulu kok ya malah ga sempat keposting. Saya doyan banget sama yang namanya Kepiting, memang. Di Bandung, udah nemu Kepiting asik disini. Di Jakarta, saya suka banget Cut The Crab. Suka banget ini ya karena rasa dan harga sebanding ya. Namanya Kepiting kan bisa jadi mahal banget. Nah yang mahal banget itu aja bisa jadi biasa aja, atau bahkan enak tapi kemahalan. Cut The Crab menurut saya sangat pas dari rasa dan harga.

Menu utama, tentu saja Kepitingnya. Pesan yang untuk porsi dua orang dengan saus cajun alias sweet + spicy.

The Kepiting

The Kepiting

Rasanya? wuih! Saya biasanya nggak suka Kepiting dengan saus, kan di Warungnya Chef Epi yang di Bandung itu aja saya belinya Kepiting Goreng polos aja kok. Tapi yang ini, sausnya bener-bener enak tanpa mengganggu rasa daging Kepitingnya sendiri. Cie. Continue reading

0

Padma 5th Anniversary

Postingan yang sedikit terlambat diposting. Biasalah, adminnya Surga Makan yang cuma satu-satunya ini merangkap pekerjaan sebagai pekerja sirkus, acrobat kesana dan kemari di kesehariannya. Sebelum saya curhat lanjut mengenai kehidupan ibu bekerja ini, kita teruskan saja alasan kenapa saya membuka laptop malam ini dan posting sesuatu di Surga Makan. Continue reading

0

Lucio Luciano Patisserie

Saya bukan penggemar makanan yang manis manis. Segala macem cookies, kue taart dan bolu-bolu akan lewat begitu saja tanpa saya sentuh. Tapi semacam Tiiramisu, Puding, Pannacotta, saya biasanya suka. Waktu diajak @igoyart ke tempat ini, saya tadinya ragu-ragu gitu mau berangkat, tapi akhirnya pergi juga karena terpaksa berharap tempat ini jual cemilan yang saya suka semacam Risoles dan kawan-kawannya.

Risolesnya nggak ada, Croquet yang tadinya saya harapkan ada juga nggak ada. Eh tapi ada Pannacotta. Di Bandung masih agak jarang yang jualan Pannacotta. Pernah nemu satu tapi teksturnya kurang asik. Nah Pannacotta nya Lucio Luciano ini pas banget, ya teksturnya ya rasanya. Waktu itu mereka baru punya yang dengan Strawberry. Dengan Pannacotta seenak itu harusnya mereka bikin juga yang pake Saus Caramel ya. Pasti nyam nyam dan yang beli makin seneng karena makin banyak pilihan. Continue reading

3

Sate Kambing Muda Khas Tegal

Kalau kamu doyan makan Sate Kambing dan kebetulan suka ada di sekitaran Kopo, maka ini adalah tempat makan yang pas buatmu. Saya sendiri sebenernya sama Sate Kambing tu ya biasa-biasa ajalah, kalau ada dimakan, ga ada ya ga dicari-cari. Di Sate Maulana Yusuf kesukaan saya pun paling saya pesennya Sate Ayam.

Tapi Sate Kambing di Taman Kopo Indah ini memang lain, dagingnya beneran Kambing muda. Kata salah satu followernya @surgamakan, Kambing yang pas dibikin Sate dengan predikat Sate Kambing Muda adalah daging Kambing di bawah umur 3 bulan. Bener engganya saya nggak tau, udah lama berenti jualan Kambing. Continue reading