2

3 Tempat Ngopi di Pintu Masuk Taman Hutan Raya, Bandung

Tahura Bandung belakangan punya tambahan pengunjung. Kalau sebelumnya dipenuhi sama keluarga kecil yang bawa anak-anaknya trekking-trekking lucu, atau pesepeda yang tiap weekend berkeliaran di sekitar situ, atau juga para pelari yang mulai bosen lari di jalan kemudian mau mulai menjajal trek lari yang lain. Sekarang ini, selain mereka-mereka di atas itu, ada pengunjung dengan karakter baru di Tahura : para tukang ngopi dan mereka yang seneng cari tempat yang Instagrammable.

Pasalnya, belakangan ini ada 3 coffee shops yang berdiri barengan di pintu masuk Tahura. Ada 1 resto atau cafe juga sih, tapi sampai tulisan ini diturunkan, SurgaMakan.com belum berkesempetan mampir ke situ.

Continue reading

0

Ngopi asik di tengah sepinya Ubud : Seniman Coffee

Ngopi adalah salah satu kegiatan yang agak sulit dihindari waktu kita jalan-jalan. PadahalĀ  saya pribadi bukan penggemar berat kopi. Kalau ada pilihan teh yang menarik, saya akan pilih teh. Dan kalau nggak ada, Latte yang ringan-ringan selalu jadi pilihan saya.

Di Bali ada beberapa tempat ‘ngopi’ favorit. Diberi tanda kutip karena toh tujuan utama saya kadang-kadang hanya duduk duduk menghabiskan waktu dan bukan ngopi dengan syahdu. Tempat ngopi yang menurut saya asik antara lain Revolver, Sisterfields, Biku, Mantra, Little Prince, Coffee Library, dan yang baru-baru ini saya kunjungi adalah Seniman Coffee di Jl. Sriwedari, Ubud.

IMG_9951

Continue reading

2

Wild Grass Resto : Makan Enak & Foto-foto Sampe Kenyang!

Wild Grass Resto adalah tempat makan yang tergolong baru di Bandung tapi kemudian udah langsung dipenuhi sama pecinta makanan enak di Bandung, plus juga mereka yang suka foto-foto. Alasannya jelas, selain makanannya enak, Wild Grass ini juga asik buat foto-foto. Interiornya cakep dan barang-barang dekorasinya juga cantik-cantik.

Saya suka duduk di bagian depan Wild Grass Resto karena…..

Continue reading

5

Makan Berkeringat di Warung Mak Beng

Segitu seringnya saya ke Bali, baru sekali ini akhirnya mencoba makan di Warung Mak Beng. Sebuah kebetulan yang menyenangkan karena hari itu saya mengantar @pinonyuu dari @KapanLibur ke Sanur untuk menyeberang ke Nusa Lembongan.

Jalan ke Warung Mak Beng aja udah lumayan berkeringat. Kan posisinya udah deket pantai, jadi parkirnya mesti agak jauhan deh. Tapi kami lumayan beruntung karena menurut gosip, Warung Mak Beng ini selalu penuh saat jam makan siang dan mesti ngantri-ngantri nungguin orang kelar makan, tapi waktu kami sampe sana, eh masih dapet meja kosong kok. Baguslah karena udah laper banget:)

IMG_9846

Pesan makanan di Warung Mak Beng nggak usah repot-repot intip menu karena menunya cuma satu dalam bentuk paket : Nasi Putih + Ikan Goreng + Sop Ikan

Sini intiplah satu-satu ya,

IMG_9850

Ini dia Ikan Goreng yang enak itu. Istimewanya, Ikannya kering di luar tapi ke bagian dalem masih empuk dan agak basah. Durinya ga banyak, jadi ga repot makannya. Itu Sambelnya, ya ampun enaknya. Pedasnya pas buat menemani makan Ikan Goreng.

Selain Ikan ada juga Sop yang isinya Ikan juga :

IMG_9852

Ini kuahnya juga udah pedes-pedes dikit ya, trus ada juga potongan labu nih kayaknya (ga yakin), yang jelas rasanya enak lumayan buat mengimbangi rasa Ikan dan Sambelnya yang bikin mulut gedubrakan. (apa sih mulut gedubrakan itu sebenernya?).

Untuk paket Ikan Goreng plus kuah ini harganya Rp. 45.000. Masih oke la ya, mengingat Ikan dan Sop nya enak banget.

Itu @pinonyuu katanya besokannya ke sana lagi untuk mengulang kesuksesan hari sebelumnya.

Menurut gosip, ada juga warung ikan serupa ini yang sama enaknya, namanya Cak Yul dan posisinya sama-sama di Sanur. Lain kali kita cari si Cak Yul ini ya:)

Kalau kamu mau ke Bali dan mau coba icip-icip si Warung Mak Beng ini, silakan lho langsung ke jalan arah Pantai Sanur. Kalo sampe ga nemu, tinggal nanya aja, semua orang di sana tau Mak Beng ini di mana.

IMG_9845

Oya, kalau pengen intip makanan enak lain di Bali, saya pernah nulis juga di sini

8

Nyaris Giting di Kepiting Chef Epi!

Saya penggemar berat Kepiting sejak jaman dulu. Waktu saya kecil saya masih ingat oma saya kadang pulang dari pasar membawa kepiting-kepiting yang masih diikat oleh tali rafia. Malamnya kami biasanya duduk di meja makan lengkap dengan mutu (yang buat ngulek sambel dari bahan batu itu lho) dan kantong kresek, menghabiskan waktu bisa sejam lebih untuk makan kepiting rebus masakan oma saya.

Tadinya saya nggak pernah suka masakan kepiting yang dimasak dengan macam-macam bumbu. Tapi setelah mencoba Cut the Crab di Jakarta ini, selera saya lumayan meluas, sekarang udah mulai suka kepiting selain kepiting rebus atau kepiting goreng.

Berhubung Bandung nggak dekat-dekat pantai, agak susah cari kepiting yang enak di sini. Di restoran seafood favorit saya pun kepitingnya ndak bisa diandalkan. Sampai kemudian saya menemukan Kepiting Chef Epi yang dulu jualan di Papaya. Kepitingnya enak banget, besar dan dagingnya manis. Sejak itu, kalau di Bandung saya cuma mau makan Kepiting-ya Chef Epi.

Kemudian saya dapat kabar kalau…..

Continue reading

19

Sarapan Merangsang di Palembang

Sebelum pergi ke Palembang ketiga kalinya kemarin, saya nggak pernah tau kalau sarapan di sana memang bisa dibilang sangat merangsang! Kalau sebelum-sebelumnya saya biasanya sarapan di hotel, kali ini atas undangan Dispar bersama rekan-rekan travel blogger saya kemudian menyusuri berbagai makanan enak yang biasanya menjadi menu sarapan di Palembang.

Makan apa kita pagi-pagi?

Continue reading