2

Makan Keringetan (tapi bukan karena ngantri) di Warung Liku

Sebenernya kalau boleh jujur, saya sudah lumayan lelah berburu makanan enak di Bali. Beberapa kali terakhir pergi kesana saya cuma pengen makan yang lewat aja, yang nggak pake usaha, yang nggak pake antri, yang nggak pake macet untuk menuju kesananya.

Sudah lumayan lelah mengejar Nasi Ayam yang terkenal sampai jauh-jauh ke Nusa Dua, apalagi sampai ke Ubud. Dan sudah saya test juga, ternyata duduk ngasal di Bali bisa juga dapet makanan enak. Waktu pulang dari Pantai Bias Tugel yang letaknya di bagian Timur Bali dulu, saya pernah gambling berenti di satu warung memesan ikan bakar dan ternyata rasanya tak kalah sedap sama ikan-ikan bakar lain yang terkenal di Bali. Pas bayar, makan berdua udah pake minum Coca Cola ternyata cuma 37.500. Bahagia bukan kepalang.

Kemudian satu waktu saya ada kerjaan di Bali dan karenanya saya nggak bisa keluar-keluar makan, cukup pasrah dengan nasi kotak yang dibelikan panitia. Di antara beberapa nasi kotak yang kami makan, ada satu yang cukup berbekas di hati, yaitu dari Warung Liku.

Continue reading

3

Serasa : Solusi Buat Yang Pengen Makan Salad di Bandung

Ini bukan pertama kali saya makan Salad di @se.rasa, kalau dulu waktu masih ngantor saya suka banget beli untuk di-delivery ke kantor, sekarang mereka sudah punya tempat sendiri.

Yes, dari cuma terima pesanan online dan di-delivery, kemudian punya outlet kecil di Armor Coffee, sekarang Serasa punya tempat sendiri di Ruang Putih, Jl. Bungur no 37. Berhubung di Bandung masih jarang tempat yang punya Salad Bar (yang isinya fresh dan lengkap), saya senang sekali dengan bukanya Serasa di sini.

Ruang Putih sendiri bukan tempat baru buat saya, sejak bertahun-tahun lalu saya sudah mengenal Ruang Putih sebagai salah satu tempat yang menyajikan musik asik. Jadi waktu Serasa buka di sana, rasanya seperti menyatukan dua hal yang saya suka : makanan yang sedap dan tempat yang menyenangkan.

img_1801

Continue reading

2

Welldone BBQ Service : Tempat Makan Steak Baru di Bandung

Dari dulu (buat saya) Bandung memang ‘kering’ tempat makan Steak. Belakangan kebutuhan makan daging tertolong dengan munculnya resto-resto Korea yang berjualan Korean BBQ. Lumayan banget. Kalau lagi pengen banget makan steak, bisa juga ke Pepper Lunch yang ada di hampir semua mall di Bandung.

Kemudian Holyribs buka di Bandung, lengkap dengan menu Holycow Steak nya. Oh SurgaMakan jelas happy.

Eh kemudian ‘nemu’ yang namanya Welldone BBQ Service di Jl. Karang Sari. Kalau kamu sudah mengikuti SurgaMakan.com dari dulu, mungkin ngeh kalau Welldone BBQ Service ini sekarang menempati tempat yang dulu jualan Turkey alias Kalkun.

Continue reading

1

Ngopi Di Mana? Di Imah Babaturan

Bandung nggak pernah habis memikat hasrat ingin ngopi. Udah banyak tempat ngopi dengan desain interior cakep cakep yang sangat instagrammable. Ada yang kopinya seriusan enak, ada yang biasa aja, ada yang juga jualan makanan ada yang cuma menyediakan makanan ringan temen ngopi. Semuanya punya keasikan sendiri-sendiri.

IMG_6894

Continue reading

18

Roti Selai : Tempat Mungil Di Dago

Dalam seminggu kemarin sudah 2 kali saya bolak balik ke Roti Selai. Doyan banget Bu? Jawabannya iya, dan di kunjungan pertama saya belum dapet apa yang saya mau. Jadi ya balik lagi kesana🙂

Roti Selai adalah tempat makan baru di sekitaran Dago. Yang jadi ciri khasnya adalah tempatnya yang kecil mungil. Tapi di dalam tempatnya yang mungil itu, ada makanan yang enak-enak dan nggak biasa. Kok nggak biasa?

Gini

Continue reading

13

Mengenang Minang : Dari Lidah Turun ke Hati

Merayakan hari pertama puasa dengan postingan lanjutan dari Minang kemarin ah. Kalau kemarin udah sempat cerita sedapnya ketan-ketan dengan Pokat alias Alpukat dan Sarikayo, kali ini saya mau cerita nikmatnya makan Lamang Ketan alias, well, ketan ketan di Pical Sikai yang ada di Bukit Tinggi. Persisnya di mana?

Google aja, tempatnya kecil tapi terkenal banget kok.

IMG_4144

Sampai di Pical Sikai, yang pertama dipesan tentu Pical nya dulu lah ya. Sebagai penggemar Pecel Madura, saya sungguh penasaran pengen coba Pecel Padang yang disebut Pical ini. Bumbunya bisa dibilang sama persis, tapi sayuran di dalamnya yang sedikit beda. Di Padang, sayuran dalam Pecel ada Jantung Pisang dan Rebung. Sayuran lainnya sama sih, ga terlalu beda sama Pecel yang biasa kita temui di Jawa.

Pical ini dimakan bareng sama Keripik Singkong. Ini yang berbeda ya, karena di Bandung biasanya Keripik Singkong dimakan terpisah sebagai camilan. Keripik Singkongnya kering kriuk dan ga bau minyak, pasti digoreng dengan SunCo si minyak goreng yang baik itu deh.

Di tempat yang sama saya ‘kenalan’ juga dengan yang namanya Lontong Sayur khas Padang. Yang satu ini sih nggak terlalu beda dengan yang biasa kita temui di Jakarta atau di Bandung. Persamaannya : sama-sama enak🙂

IMG_4157

Sambil makan kami memang intip-intip panci-panci yang ada di meja. Serunya makan di Pical Sikai adalah makanan ada di meja persis depan kita. Bikin tambah selera dan bikin mau tambah apa-apa jadi mudah.

Panci pertama isinya bumbu kacang Pical. Panci kedua isinya sayur kuah untuk Lontong Sayur. Lalu apa isi panci ketiga?

Nah ini dia.

Continue reading

7

Berburu Rendang ke Ranah Minang

Minggu lalu SurgaMakan.com mendapatkan undangan istimewa dari SunCo, iya – minyak goreng yang baik – itu untuk berkunjung ke Sumatera Barat dalam rangka mencicipi makanan-makanan di sana. Undangan yang sulit ditolak tentunya karena : saya belum pernah ke Sumatera Barat, dan saya penggemar Masakan Padang. Eh, Masakan Minang.

Maka hari itu sekitar jam 9 pagi kami – saya dan beberapa rekan blogger dan media tiba di Bandara Udara Internasional Minangkabau dan dengan tak sabar lompat ke bis untuk menuju tempat perhentian pertama. Eh tapi ternyata di bis aja udah ada penganan-penganan khas Minang yang menyambut. Ada Pinukuik (asal katanya dari Pancake, dan bentukan plus rasanya mirip Kue Apem), Sala Lauak (mirip perkedel jagung tapi bentuknya bulat), dan Lamang Baluo (yang kalau di pesta adat Batak saya kenal dengan nama Lapet. Bentuknya aja yang beda).

Continue reading